Category: NEWS

  • PENGUMUMAN BATAS NILAI KELULUSAN MATA KULIAH

    PENGUMUMAN BATAS NILAI KELULUSAN MATA KULIAH

    Batas Nilai Kelulusan Mata Kuliah

    Berdasarkan hasil rapat Program Studi pada tanggal 25 Juli 2025, ditetapkan kebijakan baru mengenai batas nilai kelulusan yang mulai berlaku pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.

    Ketentuan Batas Nilai Kelulusan

    Adapun batas minimal nilai kelulusan adalah sebagai berikut:

    • Seluruh mata kuliah: minimal C
      (nilai C- dan C/D dinyatakan tidak lulus)
    • Mata kuliah Microteaching dan PLP I: minimal B
      (nilai B-, B/C, dan di bawahnya dinyatakan tidak lulus)
    • Mata kuliah PLP II: minimal B+
      (nilai B, B-, B/C, dan di bawahnya dinyatakan tidak lulus)

    Dasar Kebijakan

    Kebijakan ini mengacu pada Buku Panduan Akademik Universitas Palangka Raya Tahun Akademik 2024/2025, halaman III-13 tentang Kriteria dan Ukuran Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

    Ketentuan Pemberlakuan

    • Kebijakan ini mulai berlaku pada Semester Ganjil 2025/2026.
    • Nilai yang diperoleh sebelum semester tersebut tetap mengikuti ketentuan lama dan tidak terpengaruh oleh kebijakan ini.
    • Khusus untuk mata kuliah PLP I, ketentuan batas nilai minimal tetap mengacu pada kebijakan ini.
    • Batas nilai kelulusan ini telah diterapkan secara otomatis dalam sistem SIUBER.

    Mahasiswa diharapkan memperhatikan ketentuan ini dengan baik sebagai acuan dalam proses perkuliahan dan evaluasi hasil belajar.

    Apabila terdapat kendala atau pertanyaan terkait kebijakan ini, silakan menghubungi staf Program Studi.

  • PENGUMUMAN Pemberlakuan TTE Koordinator Program Studi​

    PENGUMUMAN
    Pemberlakuan TTE Koordinator Program Studi

    Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa Koordinator Program Studi telah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada seluruh surat-surat keperluan mahasiswa yang dibuat melalui website Prodi (https://pspbi.upr.ac.id/formulir-pembuatan-surat-surat/).

    Berkas dengan TTE

    Untuk berkas yang memerlukan TTE, silakan klik dibawah ini:

    1. Berkas yang Perlu TTE
    2. Berkas yang Sudah TTE

    Berkas dengan TTD Manual

    Dokumen berikut masih menggunakan tanda tangan manual:

    • KHS
    • Transkrip Nilai
    • Lembar Approval
    • Lembar Pengesahan

    Untuk berkas yang memerlukan TTD manual, silakan menaruh berkas di keranjang berkas yang berada di depan ruangan Koordinator Prodi.

    Mahasiswa wajib membaca setiap petunjuk dengan seksama sebelum mengisi formulir maupun mengunggah berkas, agar proses penerbitan dokumen berjalan dengan lancar.

    CATATAN PENTING!!

    Diinformasikan kepada mahasiswa untuk tidak memalsukan TTD atau menyalahgunakan TTE Korprodi. Sanksi akademik akan diberlakukan kepada mhsw yg terbukti melakukan pelanggaran.

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

  • Fadila Raih Juara 1 di Expo KKN Internasional 2025

    Lampung – Universitas Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Fadila Umi Khodijah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, bersama kelompoknya meraih juara pertama kategori Best Food Product pada Expo KKN Internasional 2025 yang dilaksanakan di Universitas Lampung, Rabu (20/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional II Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat 2025, yang menjadikan Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Universitas Lampung (Unila) sebagai tuan rumah pelaksanaannya. KKN Internasional 2025 ini mengusung tema “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation” dan berlangsung selama dua bulan (online dan onsite).

    Dalam expo tersebut, kelompok Fadila memperkenalkan inovasi Avoctra Jam Formulasi Penyakit, yaitu olahan selai alpukat berbasis kesehatan. Produk ini terinspirasi dari ikon Desa Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, yakni alpukat Siger Mas yang selama ini hanya dijual segar tanpa adanya produk turunan.

    “Avoctra Jam kami formulasikan berdasarkan top 5 penyakit yang ditemukan di Desa Gunung Mas, yakni hipertensi, diabetes, kesehatan mental, ibu hamil dan anak, serta kesehatan reproduksi. Harapannya, olahan alpukat ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat sebagai pangan fungsional untuk menunjang kesehatan masyarakat,” jelas Fadila.

    Tim KKN Internasional ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Malikussaleh Aceh, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Sumatera, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, serta Universitas Singaperbangsa Karawang. Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi kekuatan utama dalam melahirkan beragam program inovatif. Secara keseluruhan, kegiatan KKN Internasional 2025 ini diikuti oleh 177 mahasiswa dari berbagai PTN wilayah barat Indonesia dan 36 mahasiswa asing yang berasal dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand. Kehadiran mahasiswa asing memberi warna tersendiri, karena peserta dapat saling bertukar pengalaman sekaligus memperluas jejaring internasional.

    Selama pelaksanaan KKN, kelompok ini menjalankan 26 program lintas bidang yang meliputi:

    • Bidang Pertanian: modul pertanian alpukasi Siger Mas, avocado jam, ramalan cuaca pertanian.
      -Bidang Kesehatan: pelatihan kader posyandu dengan KKNI, upgrading posyandu, home visit bayi rutin, kelas ibu hamil, screening mata se-SD/MI Gunung Mas, dokter cilik di setiap SD, duta kesehatan SMA/MA, rebranding poskesdes, penyuluhan reproduksi SMP/MTs, majalah kesehatan, leaflet & poster kesehatan, edukasi lansia & hipertensi, hingga medical check-up ODGC rutinan.
    • Bidang Ekonomi: keuangan keluarga dan kejar mimpi.
    • Bidang Teknologi: pembuatan peta digital, video profil desa, dan Go Digital UMKM.
    • Bidang Pendidikan: kelas pelita, edukasi AI, pojok baca, motivasi kuliah SMA & SMP, serta inovasi es krim alpukat.

    Fadila mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian ini.
    “Saya sangat terharu dan bangga bisa membawa nama baik UPR. Pengalaman KKN Internasional ini memberi banyak wawasan baru, kesempatan practice English dengan teman dari Yaman, serta interaksi dengan mahasiswa berprestasi dari kampus lain. Momen paling berkesan adalah antusiasme masyarakat desa yang selalu hadir, banyak bertanya, dan mendukung setiap program kami. Bahkan, Sekretaris Desa Gunung Mas menyampaikan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat begitu banyak hingga sulit disebutkan satu per satu,” tuturnya.

    Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, turut memberikan apresiasi. “Luar biasa sekali, jauh-jauh dari Palangka Raya bisa ikut berkontribusi di Lampung. Semoga sukses selalu,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. yang turut hadir di Expo, juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi ini. “Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

    Penulis: Ale
    Penyunting: Fadila
    Ilustrasi : Fadila

  • Pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka

    Sehubungan dengan pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka, berikut disampaikan beberapa ketentuan dan langkah yang wajib diperhatikan oleh mahasiswa peserta:

    1. Mahasiswa yang mengikuti KKN Program Kampus Merdeka wajib mendaftar melalui portal sesuai panduan.

      • Silakan menonton video petunjuk pendaftaran yang tersedia di portal.

    2. Pilih program Membangun Desa → KKN Tematik Mandiri.

    3. Pilih Enrichment Course berdasarkan hasil konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

      • Pilihan Enrichment Course yang tersedia dapat dilihat di KRS Kampus Merdeka.

      • KKN akan masuk ke KRS Kampus Merdeka, bukan KRS reguler.

      • Edit/reset KRS secara mandiri melalui portal SIUBER masing-masing mahasiswa.

    4. Hapus KKN dari KRS reguler dan masukkan KKN dari MBKM.

    5. Mahasiswa wajib membuat laporan KKN serta laporan mata kuliah enrichment (versi 1 atau versi 2).

    6. Kegiatan lain seperti PLP, Seminar Proposal, dan sebagainya tetap masuk ke KRS reguler.

    Format laporan dapat diunduh melalui tautan: bit.ly/PBI_KKN_KM.
    Diharapkan seluruh mahasiswa memperhatikan dan mematuhi ketentuan di atas agar pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka dapat berjalan lancar dan tertib.

  • Kolaborasi UPR dan MGMP Kasongan: Artikel Berbasis SEO untuk Angkat Potensi Daerah

    Kasongan, Katingan — Di era digital saat ini, kemampuan menulis tak lagi sebatas pada tata bahasa atau estetika tulisan, tetapi juga bagaimana karya tersebut ditemukan dan dibaca secara luas. Menyadari hal itu, para guru Bahasa Inggris tingkat SMA di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendapatkan pelatihan khusus dalam bentuk workshop penulisan artikel berbasis Search Engine Optimization (SEO).

    Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kota Kasongan dengan dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya (UPR). Mengusung tema “Penulisan Artikel Berbasis SEO untuk Promosi Potensi Daerah”, workshop ini digelar dalam tiga sesi pertemuan, masing-masing pada hari Jumat, 25 Juli, 1 Agustus, dan 8 Agustus 2025.

    Workshop ini mengusung misi khusus: mendorong para guru untuk menjadi bagian dari upaya kolektif dalam memperkenalkan kekayaan lokal Kalimantan Tengah melalui konten digital yang mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google.

    “Kami ingin mengajak guru-guru untuk tidak hanya mengajarkan Bahasa Inggris di kelas, tetapi juga menerapkan keterampilan menulis mereka untuk mempromosikan budaya dan alam Kalimantan Tengah,” ungkap Richard Ferry Nugraha, M.Hum, selaku ketua tim PkM dari UPR.

    Para peserta tidak hanya diberikan pemahaman dasar tentang SEO dan pemilihan kata kunci yang tepat, tetapi juga berkesempatan untuk menulis artikel mereka sendiri, yang membahas topik seperti wisata alam, kuliner tradisional, dan kearifan lokal. Tulisan-tulisan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promosi digital daerah yang berkelanjutan.

    Ketua MGMP Bahasa Inggris Kasongan, Dewi Furry Handayani, S.Pd, menyatakan bahwa kegiatan ini memberi warna baru dalam dunia profesional guru.

    “Melalui pelatihan ini, guru tak hanya bertambah wawasannya, tetapi juga mendapat ruang untuk menyalurkan kreativitas mereka sambil berkontribusi positif bagi daerah. Harapan kami, kegiatan serupa bisa dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah,” jelasnya.

    Kegiatan ini juga dinilai relevan dengan pola pokok ilmiah Universitas Palangka Raya, yakni pengembangan ilmu dan teknologi yang berpijak pada potensi lokal seperti rawa gambut tropika serta daerah aliran sungai. Dengan mengintegrasikan strategi SEO dalam dunia pendidikan, dosen dan guru turut mengambil peran dalam memperkuat identitas daerah melalui media digital.

    [Penulis: Tim PkM PSPBI UPR]

  • Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    PALANGKA RAYA – Dorong peningkatan kualitas pendidikan, Universitas Palangka Raya (UPR) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), FKIP, menggelar English Camp di MTs Mumtaz Palangka Raya. Program ini berlangsung sejak Juli hingga September 2025, menyasar peningkatan motivasi dan minat belajar Bahasa Inggris siswa.

    Didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, English Camp dirancang sebagai terobosan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuannya  menjawab rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan English Club, memperbaiki pengelolaan organisasi, dan menyediakan perangkat ajar yang lebih sistematis.

    Kegiatan program English Camp PkM UPR di MTs Mumtaz Palangka Raya. (IST)

    Tim pelaksana yang terdiri dari Emeral, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., Novika Amalia, M.Pd., Saydatina Fatimah Azhara, Apriandy, dan Stevano Gabriel Toendan menyesuaikan materi dengan kondisi nyata sekolah mitra.

    Kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya penguasaan Bahasa Inggris, pembentukan struktur English Club yang efektif, hingga penyediaan modul tematik, media berbasis teknologi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

    Ketua PkM, Emeral, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MTs Mumtaz yang telah membuka pintu kerja sama.

    ”PkM ini mengusung sebuah program bernama English Camp yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya, kegiatan sudah dimulai minggu lalu, yakni sosialisasi tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris dan promosi English Camp,” ujarnya, Sabtu (2/8).

    Pertemuan perdana ini merupakan awal dari delapan rangkaian kegiatan, yang akan ditutup dengan English Camp Competition.

    ”Harapannya bisa berdampak positif kepada MTs Mumtaz, supaya di sini siswanya termotivasi lagi belajar Bahasa Inggris. Selain itu, berdampak ke English Club agar anggotanya meningkat dan bisa berjalan optimal. Kami juga bisa memberikan fasilitas seperti perangkat pembelajaran, berupa modul dan media yang bisa digunakan oleh guru,” imbuhnya.

    Dellis Pratika, M.A., menambahkan, program ini juga diarahkan untuk keberlanjutan. “Kami mendorong co-teaching dengan guru mitra agar pelaksanaan English Camp dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya, serta mengembangkan perangkat ajar lanjutan, baik secara mandiri maupun melalui dukungan pendanaan eksternal,” ungkapnya.

    Kepala MTs Mumtaz, Zaidah Ulfah, M.Pd., menyambut baik langkah UPR ini. ”Terima kasih ada perhatian dari UPR untuk membantu anak-anak juga dalam pembelajaran Bahasa Inggrisnya,” ujarnya.

    Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti di tahun ini. ”Harapan kami berkesinambungan juga dengan UPR agar saling meningkatkan motivasi anak-anak dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan program ini bisa berkelanjutan,” tandasnya.

    Originally published at : prokalteng.jawapos.com

  • Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR), kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMPN 2 Jabiren Raya pada tanggal 24 Juli 2025. Kegiatan PKM beranggotakan 13 orang dosen, termasuk di antaranya Wakil Rektor Bidang akademik UPR dan Korprodi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut serta bergabung dalam Tim PKM ini. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dukungan nyata dari Camat Jabiren Raya, Kepala Desa Tumbang Nusa, serta Kepala Sekolah dan guru-guru di SMPN 2 Jabiren Raya.  

    Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Maida Norahmi, M.Pd., selaku Ketua Tim PKM, yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sekolah dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memerlukan pendampingan intensif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Jabiren Raya yang menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut.

    Pada sesi pertama, Ibu Susanty, M.Hum., menyampaikan materi bertema “Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan”. Ia mendorong siswa untuk memiliki semangat dan motivasi tinggi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik. Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M.A., dengan materi mengenai pengembangan keterampilan berbahasa Inggris. Materi disampaikan secara interaktif, diselingi permainan edukatif, serta hadiah bagi siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan. Suasana belajar yang menyenangkan ini membuat siswa antusias.

    Siswa-siswi, para guru, dan tenaga pendidik dari SMPN 2 Jabiren Raya tampak sangat antusias menyambut setiap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru yang mampu meningkatkan motivasi untuk terus berkarya secara maksimal sesuai peran masing-masing, demi mendukung keberhasilan dalam bidang pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 2 Jabiren Raya menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan Tim PKM UPR dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah mereka. ‘Pendidikan adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik. Dengan inovasi dan semangat kolaboratif, kita dapat menciptakan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,’ ujarnya.

    Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Tumbang Nusa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu dan keterampilan, tetapi juga menjadi jembatan penguat antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah di daerah.

    Dalam konteks ini, keterlibatan aktif dari kalangan akademisi, seperti yang ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Palangka Raya, memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, serta transfer pengetahuan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru, meningkatkan motivasi siswa, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

  • Menuju Kampus Cerdas: Panduan Penggunaan AI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

    Menuju Kampus Cerdas: Panduan Penggunaan AI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

    Teknologi Generative AI (GenAI) merupakan salah satu inovasi terpenting dalam era digital yang telah menghadirkan berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. GenAI memungkinkan pengguna untuk membuat, memahami, memodifikasi, mengombinasikan, dan mencari konten serta ide secara lebih cepat dan efisien. Dalam konteks pembelajaran, mahasiswa dapat memanfaatkan GenAI untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi, menemukan referensi dengan lebih mudah, serta menyelesaikan tugas-tugas akademik secara optimal. Dosen pun dapat menggunakan GenAI untuk menyusun materi ajar, merancang asesmen yang inovatif, serta memperkaya interaksi pembelajaran. Di luar pembelajaran, GenAI juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi administrasi perguruan tinggi, seperti dalam pengelolaan data akademik, penyusunan laporan, dan optimalisasi layanan administrasi.

    Namun, seiring dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, penggunaan GenAI juga membawa risiko dan tantangan yang tidak dapat diabaikan. Karena GenAI bekerja berdasarkan teknik probabilistik, hasil yang dihasilkan tidak selalu akurat dan dapat menimbulkan misinformasi. Selain itu, adanya potensi bias dalam data pelatihan, pelanggaran terhadap privasi data, serta ancaman terhadap integritas akademik menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian. Penggunaan GenAI tanpa pemahaman yang cukup dapat mengarah pada ketergantungan, plagiarisme, serta pelanggaran etika akademik.

    Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan regulasi yang jelas dan komprehensif dalam mengatur penggunaan GenAI di lingkungan perguruan tinggi. Kebijakan ini penting untuk memberikan perlindungan bagi pengguna serta memastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini berlangsung secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Kebijakan dan pedoman dapat disusun baik di tingkat nasional oleh pemerintah, maupun di tingkat institusi oleh masing-masing perguruan tinggi. Hal ini mencakup perumusan aturan pemanfaatan GenAI dalam proses pembelajaran dan asesmen, penegakan prinsip-prinsip integritas akademik, serta perlindungan data pribadi mahasiswa dan dosen. GenAI juga sebaiknya diintegrasikan ke dalam kebijakan kurikulum agar literasi teknologi ini menjadi bagian dari kompetensi dasar lulusan pendidikan tinggi.

    Untuk meminimalkan risiko, proses transformasi pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. Dosen harus menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi lebih pada proses penalaran dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa perlu tetap dikedepankan, meskipun teknologi GenAI menjadi bagian dari proses belajar. Strategi pembelajaran yang inovatif perlu terus dikembangkan, termasuk penyesuaian metode evaluasi yang mampu membedakan antara hasil kerja mandiri dan hasil yang dibantu AI.

    Etika dan hukum dalam pemanfaatan GenAI juga menjadi perhatian utama. Tantangan seperti ketidakakuratan informasi, bias data, pelanggaran privasi, dan keamanan data harus dijawab dengan penerapan panduan etika yang jelas dan dapat diimplementasikan secara nyata. Dalam hal ini, keterlibatan aktif para pemangku kepentingan pendidikan tinggi, termasuk pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan pembuat kebijakan, sangat dibutuhkan. Pendidikan berkelanjutan tentang GenAI harus menjadi bagian dari sistem pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

    Pada akhirnya, penggunaan GenAI dalam pendidikan tinggi adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, pemanfaatan teknologi ini harus diiringi dengan kebijakan yang kuat, strategi pembelajaran yang adaptif, serta kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai etika dan integritas akademik. Dengan langkah-langkah tersebut, GenAI dapat menjadi alat yang memperkaya pengalaman belajar dan mengajar di perguruan tinggi, tanpa mengorbankan kualitas dan nilai dasar pendidikan.

    📥 Unduh Panduan Lengkap Penggunaan GenAI di Perguruan Tinggi

    Untuk informasi lebih lanjut dan panduan teknis yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus Anda, silakan unduh panduan berikut:

    👉 Unduh Panduan PDF

    situs toto
  • Suara Prilola untuk Kampus Bebas Kekerasan

    Suara Prilola untuk Kampus Bebas Kekerasan

    Kampus adalah tempat untuk tumbuh, bukan tempat untuk takut.” Kalimat ini menggambarkan semangat perjuangan Prilola, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) Universitas Palangka Raya, yang baru-baru ini dianugerahi gelar Duta Anti-Kekerasan Universitas Palangka Raya. Di tengah persaingan ketat dengan para kandidat lain yang sama-sama memiliki potensi luar biasa, Prilola tampil bersinar dengan visi dan komitmennya terhadap kampus yang aman dan inklusif bagi semua.

    Menjadi Duta: Peran, Dedikasi, dan Harapan

    Prilola mengaku tidak menyangka saat namanya diumumkan sebagai Duta Anti-Kekerasan. Namun di balik keterkejutannya, tersimpan rasa bahagia dan kebanggaan yang mendalam. Bagi Prilola, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi sebuah amanah untuk menjalankan “peran” sebagai mahasiswa yang peduli dan siap merangkul sesama untuk bersatu dalam menyuarakan “stop kekerasan” di lingkungan kampus.

    Sebagai mahasiswa PSPBI UPR, ia melihat peran ini sebagai jembatan untuk membangun kesadaran bersama, baik di kalangan mahasiswa maupun civitas akademika lainnya. “Ini adalah kesempatan untuk lebih berdedikasi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, tertib, dan inklusif,” ujarnya.

    Melawan Kekerasan yang Nyata dan yang Tersembunyi

    Prilola menyoroti dua bentuk kekerasan yang menurutnya masih sering terjadi di lingkungan kampus: kekerasan psikis dan kekerasan seksual. Kekerasan psikis, seperti perundungan atau meremehkan orang lain, kerap dianggap hal biasa, padahal meninggalkan luka yang dalam. Sementara itu, kekerasan seksual seringkali terjadi secara tersembunyi, dibungkam oleh ketakutan dan stigma. Prilola menegaskan bahwa kekerasan bisa menimpa siapa saja, dari mahasiswa hingga tenaga pendidik.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, kita tidak hanya butuh generasi yang pandai berbicara, tapi juga yang berani bertindak. Sudah saatnya rantai kekerasan di kampus kita hentikan bersama,” tegasnya.

    Program Aksi: Aksara dan AK Blusukan

    Sebagai Duta, Prilola membawa dua program unggulan yang sarat makna dan aksi nyata: Aksara (Anti Kekerasan Berbicara) dan AK Blusukan. Aksara memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai ruang edukasi dan konseling melalui live Instagram, video, hingga podcast. Sementara itu, AK Blusukan hadir sebagai gerakan turun langsung ke lapangan, menyapa dan mengedukasi mahasiswa di berbagai sudut kampus agar semangat anti-kekerasan terus digaungkan.

    “Kekerasan bukan hanya tentang pelaku dan korban, tapi tentang langkah awal yang berani kita ambil untuk mengubahnya,” tutur Prilola penuh keyakinan.

    Pesan Prilola untuk Mahasiswa: Bicara Bukanlah Luka

    Untuk mereka yang mungkin masih diam dalam ketakutan, Prilola memberikan pesan yang menyentuh:
    “Bicara bukanlah sebuah luka. Bicaralah untuk merasa damai dengan apa yang telah terjadi. Memendam bukanlah solusi. Tidak apa-apa untuk mencari tempat yang bisa jadi sandaran. Ketahuilah, kekerasan bukanlah aib.”

    Dengan semangat muda dan suara yang lantang, Prilola membuktikan bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan. Dari kampus di tengah Kalimantan, suara Prilola menggema sebagai ajakan bersama:
    “Mari bersatu tangan untuk gema stop kekerasan. Dari mahasiswa, untuk perubahan bangsa.”

  • Student Business Expo 2025: Kreativitas Mahasiswa PSPBI UPR Siap Bersaing di Dunia Usaha!

    Student Business Expo 2025: Kreativitas Mahasiswa PSPBI UPR Siap Bersaing di Dunia Usaha!

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Palangka Raya sukses menggelar kegiatan Student Business Expo 2025, sebuah ajang yang memamerkan semangat wirausaha mahasiswa melalui produk dan jasa kreatif hasil pembelajaran mata kuliah Entrepreneurship. Mengusung tema “Showcasing Ideas, Sparking Success!”, acara ini disambut antusias oleh mahasiswa dan masyarakat umum.

    Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB di ruang ING 1 dan ING 2, dengan menghadirkan 20 usaha mahasiswa yang telah dikembangkan selama semester genap 2024/2025. Para peserta menampilkan berbagai produk unggulan yang mencerminkan kreativitas dan pemahaman bisnis di kalangan mahasiswa. Produk-produk yang ditampilkan tidak hanya berupa barang seperti makanan, minuman, dan kerajinan tangan, tetapi juga mencakup jasa berbasis keilmuan seperti pelatihan bahasa Inggris, layanan penerbitan buku, dan jasa konsultan komunikasi.

    Beragam produk kuliner dan kerajinan mahasiswa pun menarik perhatian pengunjung, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menggerakkan roda UMKM lokal melalui penguatan rantai pasok di Kalimantan Tengah.

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. Akhmad Fauzan, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPR. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata dari pembelajaran berbasis praktik.

    “Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa lulusan PSPBI UPR tidak hanya dibekali pengetahuan teoretis dalam bidang bahasa Inggris dan pengajaran, tetapi juga kemampuan wirausaha. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar beliau.

    Ketua kegiatan sekaligus Ketua English Student Association (ESA), Basir Hidayatullah, menyampaikan bahwa Student Business Expo 2025 merupakan kegiatan perdana yang menyatukan seluruh kelompok mata kuliah Entrepreneurship dalam satu momen presentasi berskala besar.

    “Tahun-tahun sebelumnya mungkin kita hanya melihat bazaar kecil. Tapi tahun ini kami menghadirkan konsep yang lebih lengkap, yaitu exhibition, hands-on experiences, dan business matching. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun budaya wirausaha di lingkungan kampus,” ungkapnya.

    Student Business Expo 2025 membuktikan bahwa potensi mahasiswa tidak terbatas pada akademik saja. Dengan bimbingan para dosen pengampu – Rinto Alexandro, S.E., M.M., Prof. Dr. Tonich, M.Si., Cendikia Flory Aristia, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., dan Richard Ferry Nugraha, S.Pd., M.Hum. – mahasiswa mampu menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pelaku usaha muda yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini ditutup dengan sesi apresiasi untuk peserta terbaik dan dokumentasi bersama, menandai semangat baru dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa di Universitas Palangka Raya.