Author: Admin

  • Permendiksaintek No.39 Tahun 2025

    Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berdampak dan selaras dengan
    perkembangan penjaminan mutu pendidikan tinggi secara internasional, perlu melakukan penyesuaian
    kebijakan penjaminan mutu pendidikan tinggi dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, sebagai berikut:

  • Fadila Raih Juara 1 di Expo KKN Internasional 2025

    Lampung – Universitas Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Fadila Umi Khodijah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, bersama kelompoknya meraih juara pertama kategori Best Food Product pada Expo KKN Internasional 2025 yang dilaksanakan di Universitas Lampung, Rabu (20/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional II Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat 2025, yang menjadikan Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Universitas Lampung (Unila) sebagai tuan rumah pelaksanaannya. KKN Internasional 2025 ini mengusung tema “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation” dan berlangsung selama dua bulan (online dan onsite).

    Dalam expo tersebut, kelompok Fadila memperkenalkan inovasi Avoctra Jam Formulasi Penyakit, yaitu olahan selai alpukat berbasis kesehatan. Produk ini terinspirasi dari ikon Desa Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, yakni alpukat Siger Mas yang selama ini hanya dijual segar tanpa adanya produk turunan.

    “Avoctra Jam kami formulasikan berdasarkan top 5 penyakit yang ditemukan di Desa Gunung Mas, yakni hipertensi, diabetes, kesehatan mental, ibu hamil dan anak, serta kesehatan reproduksi. Harapannya, olahan alpukat ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat sebagai pangan fungsional untuk menunjang kesehatan masyarakat,” jelas Fadila.

    Tim KKN Internasional ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Malikussaleh Aceh, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Sumatera, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, serta Universitas Singaperbangsa Karawang. Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi kekuatan utama dalam melahirkan beragam program inovatif. Secara keseluruhan, kegiatan KKN Internasional 2025 ini diikuti oleh 177 mahasiswa dari berbagai PTN wilayah barat Indonesia dan 36 mahasiswa asing yang berasal dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand. Kehadiran mahasiswa asing memberi warna tersendiri, karena peserta dapat saling bertukar pengalaman sekaligus memperluas jejaring internasional.

    Selama pelaksanaan KKN, kelompok ini menjalankan 26 program lintas bidang yang meliputi:

    • Bidang Pertanian: modul pertanian alpukasi Siger Mas, avocado jam, ramalan cuaca pertanian.
      -Bidang Kesehatan: pelatihan kader posyandu dengan KKNI, upgrading posyandu, home visit bayi rutin, kelas ibu hamil, screening mata se-SD/MI Gunung Mas, dokter cilik di setiap SD, duta kesehatan SMA/MA, rebranding poskesdes, penyuluhan reproduksi SMP/MTs, majalah kesehatan, leaflet & poster kesehatan, edukasi lansia & hipertensi, hingga medical check-up ODGC rutinan.
    • Bidang Ekonomi: keuangan keluarga dan kejar mimpi.
    • Bidang Teknologi: pembuatan peta digital, video profil desa, dan Go Digital UMKM.
    • Bidang Pendidikan: kelas pelita, edukasi AI, pojok baca, motivasi kuliah SMA & SMP, serta inovasi es krim alpukat.

    Fadila mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian ini.
    “Saya sangat terharu dan bangga bisa membawa nama baik UPR. Pengalaman KKN Internasional ini memberi banyak wawasan baru, kesempatan practice English dengan teman dari Yaman, serta interaksi dengan mahasiswa berprestasi dari kampus lain. Momen paling berkesan adalah antusiasme masyarakat desa yang selalu hadir, banyak bertanya, dan mendukung setiap program kami. Bahkan, Sekretaris Desa Gunung Mas menyampaikan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat begitu banyak hingga sulit disebutkan satu per satu,” tuturnya.

    Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, turut memberikan apresiasi. “Luar biasa sekali, jauh-jauh dari Palangka Raya bisa ikut berkontribusi di Lampung. Semoga sukses selalu,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. yang turut hadir di Expo, juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi ini. “Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

    Penulis: Ale
    Penyunting: Fadila
    Ilustrasi : Fadila

  • Pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka

    Sehubungan dengan pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka, berikut disampaikan beberapa ketentuan dan langkah yang wajib diperhatikan oleh mahasiswa peserta:

    1. Mahasiswa yang mengikuti KKN Program Kampus Merdeka wajib mendaftar melalui portal sesuai panduan.

      • Silakan menonton video petunjuk pendaftaran yang tersedia di portal.

    2. Pilih program Membangun Desa → KKN Tematik Mandiri.

    3. Pilih Enrichment Course berdasarkan hasil konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

      • Pilihan Enrichment Course yang tersedia dapat dilihat di KRS Kampus Merdeka.

      • KKN akan masuk ke KRS Kampus Merdeka, bukan KRS reguler.

      • Edit/reset KRS secara mandiri melalui portal SIUBER masing-masing mahasiswa.

    4. Hapus KKN dari KRS reguler dan masukkan KKN dari MBKM.

    5. Mahasiswa wajib membuat laporan KKN serta laporan mata kuliah enrichment (versi 1 atau versi 2).

    6. Kegiatan lain seperti PLP, Seminar Proposal, dan sebagainya tetap masuk ke KRS reguler.

    Format laporan dapat diunduh melalui tautan: bit.ly/PBI_KKN_KM.
    Diharapkan seluruh mahasiswa memperhatikan dan mematuhi ketentuan di atas agar pelaksanaan KKN Program Kampus Merdeka dapat berjalan lancar dan tertib.

  • Kolaborasi UPR dan MGMP Kasongan: Artikel Berbasis SEO untuk Angkat Potensi Daerah

    Kasongan, Katingan — Di era digital saat ini, kemampuan menulis tak lagi sebatas pada tata bahasa atau estetika tulisan, tetapi juga bagaimana karya tersebut ditemukan dan dibaca secara luas. Menyadari hal itu, para guru Bahasa Inggris tingkat SMA di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendapatkan pelatihan khusus dalam bentuk workshop penulisan artikel berbasis Search Engine Optimization (SEO).

    Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kota Kasongan dengan dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya (UPR). Mengusung tema “Penulisan Artikel Berbasis SEO untuk Promosi Potensi Daerah”, workshop ini digelar dalam tiga sesi pertemuan, masing-masing pada hari Jumat, 25 Juli, 1 Agustus, dan 8 Agustus 2025.

    Workshop ini mengusung misi khusus: mendorong para guru untuk menjadi bagian dari upaya kolektif dalam memperkenalkan kekayaan lokal Kalimantan Tengah melalui konten digital yang mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google.

    “Kami ingin mengajak guru-guru untuk tidak hanya mengajarkan Bahasa Inggris di kelas, tetapi juga menerapkan keterampilan menulis mereka untuk mempromosikan budaya dan alam Kalimantan Tengah,” ungkap Richard Ferry Nugraha, M.Hum, selaku ketua tim PkM dari UPR.

    Para peserta tidak hanya diberikan pemahaman dasar tentang SEO dan pemilihan kata kunci yang tepat, tetapi juga berkesempatan untuk menulis artikel mereka sendiri, yang membahas topik seperti wisata alam, kuliner tradisional, dan kearifan lokal. Tulisan-tulisan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promosi digital daerah yang berkelanjutan.

    Ketua MGMP Bahasa Inggris Kasongan, Dewi Furry Handayani, S.Pd, menyatakan bahwa kegiatan ini memberi warna baru dalam dunia profesional guru.

    “Melalui pelatihan ini, guru tak hanya bertambah wawasannya, tetapi juga mendapat ruang untuk menyalurkan kreativitas mereka sambil berkontribusi positif bagi daerah. Harapan kami, kegiatan serupa bisa dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah,” jelasnya.

    Kegiatan ini juga dinilai relevan dengan pola pokok ilmiah Universitas Palangka Raya, yakni pengembangan ilmu dan teknologi yang berpijak pada potensi lokal seperti rawa gambut tropika serta daerah aliran sungai. Dengan mengintegrasikan strategi SEO dalam dunia pendidikan, dosen dan guru turut mengambil peran dalam memperkuat identitas daerah melalui media digital.

    [Penulis: Tim PkM PSPBI UPR]

  • Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    PALANGKA RAYA – Dorong peningkatan kualitas pendidikan, Universitas Palangka Raya (UPR) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), FKIP, menggelar English Camp di MTs Mumtaz Palangka Raya. Program ini berlangsung sejak Juli hingga September 2025, menyasar peningkatan motivasi dan minat belajar Bahasa Inggris siswa.

    Didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, English Camp dirancang sebagai terobosan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuannya  menjawab rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan English Club, memperbaiki pengelolaan organisasi, dan menyediakan perangkat ajar yang lebih sistematis.

    Kegiatan program English Camp PkM UPR di MTs Mumtaz Palangka Raya. (IST)

    Tim pelaksana yang terdiri dari Emeral, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., Novika Amalia, M.Pd., Saydatina Fatimah Azhara, Apriandy, dan Stevano Gabriel Toendan menyesuaikan materi dengan kondisi nyata sekolah mitra.

    Kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya penguasaan Bahasa Inggris, pembentukan struktur English Club yang efektif, hingga penyediaan modul tematik, media berbasis teknologi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

    Ketua PkM, Emeral, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MTs Mumtaz yang telah membuka pintu kerja sama.

    ”PkM ini mengusung sebuah program bernama English Camp yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya, kegiatan sudah dimulai minggu lalu, yakni sosialisasi tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris dan promosi English Camp,” ujarnya, Sabtu (2/8).

    Pertemuan perdana ini merupakan awal dari delapan rangkaian kegiatan, yang akan ditutup dengan English Camp Competition.

    ”Harapannya bisa berdampak positif kepada MTs Mumtaz, supaya di sini siswanya termotivasi lagi belajar Bahasa Inggris. Selain itu, berdampak ke English Club agar anggotanya meningkat dan bisa berjalan optimal. Kami juga bisa memberikan fasilitas seperti perangkat pembelajaran, berupa modul dan media yang bisa digunakan oleh guru,” imbuhnya.

    Dellis Pratika, M.A., menambahkan, program ini juga diarahkan untuk keberlanjutan. “Kami mendorong co-teaching dengan guru mitra agar pelaksanaan English Camp dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya, serta mengembangkan perangkat ajar lanjutan, baik secara mandiri maupun melalui dukungan pendanaan eksternal,” ungkapnya.

    Kepala MTs Mumtaz, Zaidah Ulfah, M.Pd., menyambut baik langkah UPR ini. ”Terima kasih ada perhatian dari UPR untuk membantu anak-anak juga dalam pembelajaran Bahasa Inggrisnya,” ujarnya.

    Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti di tahun ini. ”Harapan kami berkesinambungan juga dengan UPR agar saling meningkatkan motivasi anak-anak dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan program ini bisa berkelanjutan,” tandasnya.

    Originally published at : prokalteng.jawapos.com

  • Mendorong Anak Muda Cinta Bahasa: Inilah Dia Sosok I Made Juniar Ardika

    Mendorong Anak Muda Cinta Bahasa: Inilah Dia Sosok I Made Juniar Ardika

    Palangka Raya – Di tengah semarak perhelatan Duta Bahasa Kalimantan Tengah tahun ini, salah satu nama mencuri perhatian: alumni PSPBI Universitas Palangka Raya yang berhasil menyandang gelar Terbaik I Duta Bahasa Kalteng 2025. Kemenangan ini bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi cerminan komitmen generasi muda terhadap pelestarian bahasa. Berikut kisah inspiratifnya.

    Dengan penuh rasa syukur, Made mengungkapkan perasaannya saat terpilih:

    “Sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar. Saya senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar Duta Bahasa Kalteng yang memberikan banyak pengalaman baru dan kenangan tak terlupakan.”

    Gelar ini membawa makna yang mendalam, bukan hanya sebagai prestasi individu, tetapi juga sebagai representasi perjuangan anak muda dalam menjaga warisan budaya bangsa, khususnya bahasa, ujarnya.

    Sebagai alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) UPR, ia menganggap gelar ini sebagai kepercayaan bahwa pemuda adalah pilar pelestarian bahasa.

    “Ini adalah sebuah kehormatan yang selalu dimiliki oleh PSPBI dan akan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya,” sahutnya dengan penuh semangat.

    Gelar ini menegaskan bahwa alumni PSPBI mampu melanjutkan kontribusi aktif dalam dunia kebahasaan, menjadi teladan, dan membawa nama baik kampus dalam skala yang lebih luas.

    Menurutnya, mahasiswa dan civitas akademika perlu memberikan perhatian serius terhadap tiga pilar bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Asing.

    “Bahasa Indonesia harus kita utamakan, bahasa daerah harus kita lestarikan, dan bahasa Inggris harus kita kuasai,” tegasnya.

    Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan simbol persatuan. Mahasiswa yang memiliki mental global harus tetap berpijak pada nilai lokal. Pelestarian bahasa bisa dimulai dari langkah sederhana, diantaranya adalah berbahasa dengan baik dan benar.

    “Langkah kecil sebagai penutur yang bertanggung jawab bisa membawa dampak besar,” katanya.

    Ia menambahkan, memperkenalkan bahasa sebagai bagian dari keunikan budaya Indonesia akan memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi.

    Sebagai Duta Bahasa, ia berkomitmen mendukung Tri Gatra Bangun Bahasa melalui:

    • Pengutamaan Bahasa Indonesia
    • Pelestarian Bahasa Daerah
    • Penguasaan Bahasa Asing

    Lebih dari itu, ia juga akan mendorong krida revitalisasi bahasa daerah di Kalimantan Tengah sebagai program prioritas.

    Menutup wawancara, ia menyampaikan pesan penting bagi seluruh mahasiswa:

    “Bahasa adalah kearifan lokal yang layak ditampilkan. Mari membahasakan bahasa kita. Dimulai dari diri sendiri, berdampak untuk banyak orang.”

    Semangat ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa punya peran besar dalam menjaga keberagaman dan kekayaan bahasa Indonesia. Karena dengan bahasa, kita tak hanya berkomunikasi, tetapi juga merawat jati diri bangsa.

    Penulis : Prilola (2430102010 008)

  • Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR), kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMPN 2 Jabiren Raya pada tanggal 24 Juli 2025. Kegiatan PKM beranggotakan 13 orang dosen, termasuk di antaranya Wakil Rektor Bidang akademik UPR dan Korprodi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut serta bergabung dalam Tim PKM ini. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dukungan nyata dari Camat Jabiren Raya, Kepala Desa Tumbang Nusa, serta Kepala Sekolah dan guru-guru di SMPN 2 Jabiren Raya.  

    Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Maida Norahmi, M.Pd., selaku Ketua Tim PKM, yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sekolah dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memerlukan pendampingan intensif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Jabiren Raya yang menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut.

    Pada sesi pertama, Ibu Susanty, M.Hum., menyampaikan materi bertema “Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan”. Ia mendorong siswa untuk memiliki semangat dan motivasi tinggi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik. Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M.A., dengan materi mengenai pengembangan keterampilan berbahasa Inggris. Materi disampaikan secara interaktif, diselingi permainan edukatif, serta hadiah bagi siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan. Suasana belajar yang menyenangkan ini membuat siswa antusias.

    Siswa-siswi, para guru, dan tenaga pendidik dari SMPN 2 Jabiren Raya tampak sangat antusias menyambut setiap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru yang mampu meningkatkan motivasi untuk terus berkarya secara maksimal sesuai peran masing-masing, demi mendukung keberhasilan dalam bidang pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 2 Jabiren Raya menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan Tim PKM UPR dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah mereka. ‘Pendidikan adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik. Dengan inovasi dan semangat kolaboratif, kita dapat menciptakan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,’ ujarnya.

    Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Tumbang Nusa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu dan keterampilan, tetapi juga menjadi jembatan penguat antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah di daerah.

    Dalam konteks ini, keterlibatan aktif dari kalangan akademisi, seperti yang ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Palangka Raya, memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, serta transfer pengetahuan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru, meningkatkan motivasi siswa, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

  • Menuju Kampus Cerdas: Panduan Penggunaan AI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

    Menuju Kampus Cerdas: Panduan Penggunaan AI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

    Teknologi Generative AI (GenAI) merupakan salah satu inovasi terpenting dalam era digital yang telah menghadirkan berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. GenAI memungkinkan pengguna untuk membuat, memahami, memodifikasi, mengombinasikan, dan mencari konten serta ide secara lebih cepat dan efisien. Dalam konteks pembelajaran, mahasiswa dapat memanfaatkan GenAI untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi, menemukan referensi dengan lebih mudah, serta menyelesaikan tugas-tugas akademik secara optimal. Dosen pun dapat menggunakan GenAI untuk menyusun materi ajar, merancang asesmen yang inovatif, serta memperkaya interaksi pembelajaran. Di luar pembelajaran, GenAI juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi administrasi perguruan tinggi, seperti dalam pengelolaan data akademik, penyusunan laporan, dan optimalisasi layanan administrasi.

    Namun, seiring dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, penggunaan GenAI juga membawa risiko dan tantangan yang tidak dapat diabaikan. Karena GenAI bekerja berdasarkan teknik probabilistik, hasil yang dihasilkan tidak selalu akurat dan dapat menimbulkan misinformasi. Selain itu, adanya potensi bias dalam data pelatihan, pelanggaran terhadap privasi data, serta ancaman terhadap integritas akademik menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian. Penggunaan GenAI tanpa pemahaman yang cukup dapat mengarah pada ketergantungan, plagiarisme, serta pelanggaran etika akademik.

    Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan regulasi yang jelas dan komprehensif dalam mengatur penggunaan GenAI di lingkungan perguruan tinggi. Kebijakan ini penting untuk memberikan perlindungan bagi pengguna serta memastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini berlangsung secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Kebijakan dan pedoman dapat disusun baik di tingkat nasional oleh pemerintah, maupun di tingkat institusi oleh masing-masing perguruan tinggi. Hal ini mencakup perumusan aturan pemanfaatan GenAI dalam proses pembelajaran dan asesmen, penegakan prinsip-prinsip integritas akademik, serta perlindungan data pribadi mahasiswa dan dosen. GenAI juga sebaiknya diintegrasikan ke dalam kebijakan kurikulum agar literasi teknologi ini menjadi bagian dari kompetensi dasar lulusan pendidikan tinggi.

    Untuk meminimalkan risiko, proses transformasi pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. Dosen harus menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi lebih pada proses penalaran dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa perlu tetap dikedepankan, meskipun teknologi GenAI menjadi bagian dari proses belajar. Strategi pembelajaran yang inovatif perlu terus dikembangkan, termasuk penyesuaian metode evaluasi yang mampu membedakan antara hasil kerja mandiri dan hasil yang dibantu AI.

    Etika dan hukum dalam pemanfaatan GenAI juga menjadi perhatian utama. Tantangan seperti ketidakakuratan informasi, bias data, pelanggaran privasi, dan keamanan data harus dijawab dengan penerapan panduan etika yang jelas dan dapat diimplementasikan secara nyata. Dalam hal ini, keterlibatan aktif para pemangku kepentingan pendidikan tinggi, termasuk pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan pembuat kebijakan, sangat dibutuhkan. Pendidikan berkelanjutan tentang GenAI harus menjadi bagian dari sistem pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

    Pada akhirnya, penggunaan GenAI dalam pendidikan tinggi adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, pemanfaatan teknologi ini harus diiringi dengan kebijakan yang kuat, strategi pembelajaran yang adaptif, serta kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai etika dan integritas akademik. Dengan langkah-langkah tersebut, GenAI dapat menjadi alat yang memperkaya pengalaman belajar dan mengajar di perguruan tinggi, tanpa mengorbankan kualitas dan nilai dasar pendidikan.

    📥 Unduh Panduan Lengkap Penggunaan GenAI di Perguruan Tinggi

    Untuk informasi lebih lanjut dan panduan teknis yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus Anda, silakan unduh panduan berikut:

    👉 Unduh Panduan PDF

    situs toto
  • Lebih Fleksibel dan Relevan: Pilihan Tugas Akhir Pengganti Skripsi di PSPBI UPR

    Lebih Fleksibel dan Relevan: Pilihan Tugas Akhir Pengganti Skripsi di PSPBI UPR

    Dalam upaya memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengekspresikan minat, bakat, dan potensi mereka, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) Universitas Palangka Raya kini menyediakan beberapa opsi tugas akhir yang dapat dipilih sebagai pengganti skripsi. Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan dunia nyata.

    Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak lagi dibatasi pada bentuk skripsi sebagai satu-satunya bentuk tugas akhir. Sebaliknya, mereka diberikan kebebasan untuk memilih bentuk tugas akhir yang paling sesuai dengan minat akademik dan kapasitas profesional masing-masing. Ada enam jenis tugas akhir yang bisa dipilih mahasiswa, yaitu Prototipe, Proyek, Artikel Ilmiah, Prosiding, Magang dan Praktik Lapangan, serta Portofolio. Masing-masing jenis memiliki kriteria dan mekanisme yang telah disesuaikan dengan karakteristik bidang keilmuan Bahasa Inggris, baik dalam aspek pengajaran, pembelajaran, linguistik, maupun sastra.

    Mahasiswa yang memilih Prototipe akan mengembangkan model awal atau representasi dari suatu produk atau sistem yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Karya ini harus relevan dengan bidang pendidikan Bahasa Inggris dan dapat dibuat secara individu maupun berkelompok. Prototipe yang dihasilkan juga harus memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta dipresentasikan dalam seminar terbuka untuk kemudian dinilai oleh tim dosen.

    Sementara itu, Proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan proyek inovatif yang dapat berupa solusi atas permasalahan sosial, produk pembelajaran, atau pengembangan layanan pendidikan. Proyek ini mendorong kerja kolaboratif lintas disiplin dan wajib dipresentasikan serta dinilai oleh dosen pembimbing dan penguji utama.

    Bagi mahasiswa yang menekuni dunia akademik, opsi Artikel Ilmiah menjadi pilihan ideal. Mahasiswa dapat menulis artikel berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran yang kemudian diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi. Publikasi ini juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berstandar tinggi.

    Alternatif lainnya adalah Prosiding, yaitu karya ilmiah yang dipresentasikan dalam forum ilmiah seperti seminar, simposium, atau lokakarya nasional dan internasional. Mahasiswa dapat menjadi penulis utama atau pendamping, dan karya tersebut dapat dimuat dalam prosiding yang dipublikasikan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memperluas jejaring ilmiah mahasiswa.

    Bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman praktis di dunia kerja, opsi Magang dan Praktik Lapangan memberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek nyata di institusi pendidikan non-formal seperti LKP, PKBM, atau SKB di Palangka Raya. Dengan masa kerja selama enam bulan, mahasiswa dibimbing oleh dosen dan praktisi lapangan untuk menyelesaikan tugas yang relevan dengan bidang keilmuannya.

    Terakhir, pilihan Portofolio memungkinkan mahasiswa untuk mengumpulkan dan menyusun berbagai karya dan pencapaian mereka selama masa studi, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Portofolio ini harus terdiri dari minimal tiga jenis karya yang berbeda dan memenuhi skor minimal tertentu untuk dapat dinilai sebagai tugas akhir.

    Seluruh bentuk tugas akhir ini dihasilkan selama masa studi di PSPBI dan melalui proses pembimbingan yang terstruktur. Setiap karya wajib diseminarkan secara terbuka dan dinilai oleh dosen yang telah ditentukan. Mekanisme lengkap dari masing-masing tugas akhir mengikuti panduan resmi yang tertuang dalam Buku Panduan Tugas Akhir Pengganti Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya serta Panduan Tugas Akhir PSPBI UPR.

    Melalui kebijakan ini, PSPBI UPR tidak hanya memberikan alternatif bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan karya yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Pilihan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

  • Panduan Penulisan Skripsi FKIP 2025 Resmi Rilis, Tekankan Pentingnya Etika Penelitian

    Panduan Penulisan Skripsi FKIP 2025 Resmi Rilis, Tekankan Pentingnya Etika Penelitian

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya telah merilis Panduan Penulisan Skripsi edisi 2025 yang kini dapat diakses oleh seluruh mahasiswa. Panduan terbaru ini tidak hanya memuat pembaruan teknis terkait sistematika penulisan skripsi, tetapi juga menekankan aspek yang sangat penting dalam dunia akademik, yaitu etika penelitian. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyusun karya tulis ilmiah secara benar dari segi format, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dalam proses penelitian.

    Dalam proses penulisan skripsi, etika penelitian merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Sayangnya,beberapa pelanggaran yang masih berpotensi untuk terjadi, baik karena ketidaktahuan maupun ketidaksengajaan. Beberapa bentuk pelanggaran tersebut antara lain adalah mengutip pernyataan atau teori dari sumber lain tanpa menyebutkan sumbernya, memalsukan data penelitian di lapangan, hingga membuat data secara sepihak tanpa dasar yang valid. Bentuk lain yang juga sangat ditekankan dalam panduan ini adalah plagiarisme, yakni tindakan mengambil karya atau pemikiran orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri tanpa mencantumkan sumber secara memadai.

    FKIP UPR menegaskan bahwa pelanggaran terhadap etika penelitian akan dikenakan sanksi tegas. Sanksi ini tidak main-main, dimulai dari teguran hingga sanksi terberat berupa pembatalan ijazah, apabila pelanggaran ditemukan setelah mahasiswa dinyatakan lulus. Penegasan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menjaga kualitas dan kredibilitas lulusan, serta mendorong terciptanya budaya akademik yang sehat dan bertanggung jawab.

    Panduan edisi 2025 ini menjadi pegangan penting bagi mahasiswa dalam menempuh tahap akhir studi mereka. Oleh karena itu, sangat disarankan agar mahasiswa membacanya secara menyeluruh dan memahaminya, tidak hanya pada bagian teknis penulisan, tetapi juga pada bagian yang berkaitan dengan prinsip-prinsip kejujuran akademik. Melalui panduan ini, FKIP berharap mahasiswa dapat menyelesaikan studi dengan baik, tidak hanya dari sisi nilai, tetapi juga dari segi etika dan integritas sebagai calon pendidik dan akademisi.

    Bagi mahasiswa yang ingin mengunduh Panduan Penulisan Skripsi edisi 2025, silakan mengakses laman resmi fakultas atau pspbi UPR. Jangan ragu pula untuk berdiskusi dengan dosen pembimbing jika ada hal-hal yang belum dipahami terkait proses penulisan maupun aspek etis dalam penelitian. Mari kita jaga bersama standar akademik yang bermutu dan berintegritas.