Category: Seputar PSPBI

  • Fadila Raih Juara 1 di Expo KKN Internasional 2025

    Lampung – Universitas Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Fadila Umi Khodijah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, bersama kelompoknya meraih juara pertama kategori Best Food Product pada Expo KKN Internasional 2025 yang dilaksanakan di Universitas Lampung, Rabu (20/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional II Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat 2025, yang menjadikan Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Universitas Lampung (Unila) sebagai tuan rumah pelaksanaannya. KKN Internasional 2025 ini mengusung tema “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation” dan berlangsung selama dua bulan (online dan onsite).

    Dalam expo tersebut, kelompok Fadila memperkenalkan inovasi Avoctra Jam Formulasi Penyakit, yaitu olahan selai alpukat berbasis kesehatan. Produk ini terinspirasi dari ikon Desa Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, yakni alpukat Siger Mas yang selama ini hanya dijual segar tanpa adanya produk turunan.

    “Avoctra Jam kami formulasikan berdasarkan top 5 penyakit yang ditemukan di Desa Gunung Mas, yakni hipertensi, diabetes, kesehatan mental, ibu hamil dan anak, serta kesehatan reproduksi. Harapannya, olahan alpukat ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat sebagai pangan fungsional untuk menunjang kesehatan masyarakat,” jelas Fadila.

    Tim KKN Internasional ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Malikussaleh Aceh, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Sumatera, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, serta Universitas Singaperbangsa Karawang. Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi kekuatan utama dalam melahirkan beragam program inovatif. Secara keseluruhan, kegiatan KKN Internasional 2025 ini diikuti oleh 177 mahasiswa dari berbagai PTN wilayah barat Indonesia dan 36 mahasiswa asing yang berasal dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand. Kehadiran mahasiswa asing memberi warna tersendiri, karena peserta dapat saling bertukar pengalaman sekaligus memperluas jejaring internasional.

    Selama pelaksanaan KKN, kelompok ini menjalankan 26 program lintas bidang yang meliputi:

    • Bidang Pertanian: modul pertanian alpukasi Siger Mas, avocado jam, ramalan cuaca pertanian.
      -Bidang Kesehatan: pelatihan kader posyandu dengan KKNI, upgrading posyandu, home visit bayi rutin, kelas ibu hamil, screening mata se-SD/MI Gunung Mas, dokter cilik di setiap SD, duta kesehatan SMA/MA, rebranding poskesdes, penyuluhan reproduksi SMP/MTs, majalah kesehatan, leaflet & poster kesehatan, edukasi lansia & hipertensi, hingga medical check-up ODGC rutinan.
    • Bidang Ekonomi: keuangan keluarga dan kejar mimpi.
    • Bidang Teknologi: pembuatan peta digital, video profil desa, dan Go Digital UMKM.
    • Bidang Pendidikan: kelas pelita, edukasi AI, pojok baca, motivasi kuliah SMA & SMP, serta inovasi es krim alpukat.

    Fadila mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian ini.
    “Saya sangat terharu dan bangga bisa membawa nama baik UPR. Pengalaman KKN Internasional ini memberi banyak wawasan baru, kesempatan practice English dengan teman dari Yaman, serta interaksi dengan mahasiswa berprestasi dari kampus lain. Momen paling berkesan adalah antusiasme masyarakat desa yang selalu hadir, banyak bertanya, dan mendukung setiap program kami. Bahkan, Sekretaris Desa Gunung Mas menyampaikan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat begitu banyak hingga sulit disebutkan satu per satu,” tuturnya.

    Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, turut memberikan apresiasi. “Luar biasa sekali, jauh-jauh dari Palangka Raya bisa ikut berkontribusi di Lampung. Semoga sukses selalu,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. yang turut hadir di Expo, juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi ini. “Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

    Penulis: Ale
    Penyunting: Fadila
    Ilustrasi : Fadila

  • Kolaborasi UPR dan MGMP Kasongan: Artikel Berbasis SEO untuk Angkat Potensi Daerah

    Kasongan, Katingan — Di era digital saat ini, kemampuan menulis tak lagi sebatas pada tata bahasa atau estetika tulisan, tetapi juga bagaimana karya tersebut ditemukan dan dibaca secara luas. Menyadari hal itu, para guru Bahasa Inggris tingkat SMA di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendapatkan pelatihan khusus dalam bentuk workshop penulisan artikel berbasis Search Engine Optimization (SEO).

    Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kota Kasongan dengan dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya (UPR). Mengusung tema “Penulisan Artikel Berbasis SEO untuk Promosi Potensi Daerah”, workshop ini digelar dalam tiga sesi pertemuan, masing-masing pada hari Jumat, 25 Juli, 1 Agustus, dan 8 Agustus 2025.

    Workshop ini mengusung misi khusus: mendorong para guru untuk menjadi bagian dari upaya kolektif dalam memperkenalkan kekayaan lokal Kalimantan Tengah melalui konten digital yang mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google.

    “Kami ingin mengajak guru-guru untuk tidak hanya mengajarkan Bahasa Inggris di kelas, tetapi juga menerapkan keterampilan menulis mereka untuk mempromosikan budaya dan alam Kalimantan Tengah,” ungkap Richard Ferry Nugraha, M.Hum, selaku ketua tim PkM dari UPR.

    Para peserta tidak hanya diberikan pemahaman dasar tentang SEO dan pemilihan kata kunci yang tepat, tetapi juga berkesempatan untuk menulis artikel mereka sendiri, yang membahas topik seperti wisata alam, kuliner tradisional, dan kearifan lokal. Tulisan-tulisan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promosi digital daerah yang berkelanjutan.

    Ketua MGMP Bahasa Inggris Kasongan, Dewi Furry Handayani, S.Pd, menyatakan bahwa kegiatan ini memberi warna baru dalam dunia profesional guru.

    “Melalui pelatihan ini, guru tak hanya bertambah wawasannya, tetapi juga mendapat ruang untuk menyalurkan kreativitas mereka sambil berkontribusi positif bagi daerah. Harapan kami, kegiatan serupa bisa dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah,” jelasnya.

    Kegiatan ini juga dinilai relevan dengan pola pokok ilmiah Universitas Palangka Raya, yakni pengembangan ilmu dan teknologi yang berpijak pada potensi lokal seperti rawa gambut tropika serta daerah aliran sungai. Dengan mengintegrasikan strategi SEO dalam dunia pendidikan, dosen dan guru turut mengambil peran dalam memperkuat identitas daerah melalui media digital.

    [Penulis: Tim PkM PSPBI UPR]

  • Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    Program PkM UPR Angkat Semangat Belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya

    PALANGKA RAYA – Dorong peningkatan kualitas pendidikan, Universitas Palangka Raya (UPR) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), FKIP, menggelar English Camp di MTs Mumtaz Palangka Raya. Program ini berlangsung sejak Juli hingga September 2025, menyasar peningkatan motivasi dan minat belajar Bahasa Inggris siswa.

    Didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, English Camp dirancang sebagai terobosan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuannya  menjawab rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan English Club, memperbaiki pengelolaan organisasi, dan menyediakan perangkat ajar yang lebih sistematis.

    Kegiatan program English Camp PkM UPR di MTs Mumtaz Palangka Raya. (IST)

    Tim pelaksana yang terdiri dari Emeral, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., Novika Amalia, M.Pd., Saydatina Fatimah Azhara, Apriandy, dan Stevano Gabriel Toendan menyesuaikan materi dengan kondisi nyata sekolah mitra.

    Kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya penguasaan Bahasa Inggris, pembentukan struktur English Club yang efektif, hingga penyediaan modul tematik, media berbasis teknologi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

    Ketua PkM, Emeral, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MTs Mumtaz yang telah membuka pintu kerja sama.

    ”PkM ini mengusung sebuah program bernama English Camp yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris di MTs Mumtaz Palangka Raya, kegiatan sudah dimulai minggu lalu, yakni sosialisasi tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris dan promosi English Camp,” ujarnya, Sabtu (2/8).

    Pertemuan perdana ini merupakan awal dari delapan rangkaian kegiatan, yang akan ditutup dengan English Camp Competition.

    ”Harapannya bisa berdampak positif kepada MTs Mumtaz, supaya di sini siswanya termotivasi lagi belajar Bahasa Inggris. Selain itu, berdampak ke English Club agar anggotanya meningkat dan bisa berjalan optimal. Kami juga bisa memberikan fasilitas seperti perangkat pembelajaran, berupa modul dan media yang bisa digunakan oleh guru,” imbuhnya.

    Dellis Pratika, M.A., menambahkan, program ini juga diarahkan untuk keberlanjutan. “Kami mendorong co-teaching dengan guru mitra agar pelaksanaan English Camp dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya, serta mengembangkan perangkat ajar lanjutan, baik secara mandiri maupun melalui dukungan pendanaan eksternal,” ungkapnya.

    Kepala MTs Mumtaz, Zaidah Ulfah, M.Pd., menyambut baik langkah UPR ini. ”Terima kasih ada perhatian dari UPR untuk membantu anak-anak juga dalam pembelajaran Bahasa Inggrisnya,” ujarnya.

    Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti di tahun ini. ”Harapan kami berkesinambungan juga dengan UPR agar saling meningkatkan motivasi anak-anak dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan program ini bisa berkelanjutan,” tandasnya.

    Originally published at : prokalteng.jawapos.com

  • Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris – FKIP UPR di Tumbang Nusa: Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Kesadaran Pendidikan dan Keterampilan Bahasa Inggris

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR), kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di SMPN 2 Jabiren Raya pada tanggal 24 Juli 2025. Kegiatan PKM beranggotakan 13 orang dosen, termasuk di antaranya Wakil Rektor Bidang akademik UPR dan Korprodi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut serta bergabung dalam Tim PKM ini. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dukungan nyata dari Camat Jabiren Raya, Kepala Desa Tumbang Nusa, serta Kepala Sekolah dan guru-guru di SMPN 2 Jabiren Raya.  

    Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Maida Norahmi, M.Pd., selaku Ketua Tim PKM, yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sekolah dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memerlukan pendampingan intensif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Jabiren Raya yang menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut.

    Pada sesi pertama, Ibu Susanty, M.Hum., menyampaikan materi bertema “Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan”. Ia mendorong siswa untuk memiliki semangat dan motivasi tinggi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik. Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr. Maria Arina Luardini, M.A., dengan materi mengenai pengembangan keterampilan berbahasa Inggris. Materi disampaikan secara interaktif, diselingi permainan edukatif, serta hadiah bagi siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan. Suasana belajar yang menyenangkan ini membuat siswa antusias.

    Siswa-siswi, para guru, dan tenaga pendidik dari SMPN 2 Jabiren Raya tampak sangat antusias menyambut setiap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru yang mampu meningkatkan motivasi untuk terus berkarya secara maksimal sesuai peran masing-masing, demi mendukung keberhasilan dalam bidang pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 2 Jabiren Raya menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan Tim PKM UPR dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah mereka. ‘Pendidikan adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik. Dengan inovasi dan semangat kolaboratif, kita dapat menciptakan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,’ ujarnya.

    Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Tumbang Nusa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu dan keterampilan, tetapi juga menjadi jembatan penguat antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah di daerah.

    Dalam konteks ini, keterlibatan aktif dari kalangan akademisi, seperti yang ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Palangka Raya, memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, serta transfer pengetahuan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru, meningkatkan motivasi siswa, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

  • Lebih Fleksibel dan Relevan: Pilihan Tugas Akhir Pengganti Skripsi di PSPBI UPR

    Lebih Fleksibel dan Relevan: Pilihan Tugas Akhir Pengganti Skripsi di PSPBI UPR

    Dalam upaya memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengekspresikan minat, bakat, dan potensi mereka, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) Universitas Palangka Raya kini menyediakan beberapa opsi tugas akhir yang dapat dipilih sebagai pengganti skripsi. Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan dunia nyata.

    Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak lagi dibatasi pada bentuk skripsi sebagai satu-satunya bentuk tugas akhir. Sebaliknya, mereka diberikan kebebasan untuk memilih bentuk tugas akhir yang paling sesuai dengan minat akademik dan kapasitas profesional masing-masing. Ada enam jenis tugas akhir yang bisa dipilih mahasiswa, yaitu Prototipe, Proyek, Artikel Ilmiah, Prosiding, Magang dan Praktik Lapangan, serta Portofolio. Masing-masing jenis memiliki kriteria dan mekanisme yang telah disesuaikan dengan karakteristik bidang keilmuan Bahasa Inggris, baik dalam aspek pengajaran, pembelajaran, linguistik, maupun sastra.

    Mahasiswa yang memilih Prototipe akan mengembangkan model awal atau representasi dari suatu produk atau sistem yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Karya ini harus relevan dengan bidang pendidikan Bahasa Inggris dan dapat dibuat secara individu maupun berkelompok. Prototipe yang dihasilkan juga harus memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta dipresentasikan dalam seminar terbuka untuk kemudian dinilai oleh tim dosen.

    Sementara itu, Proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan proyek inovatif yang dapat berupa solusi atas permasalahan sosial, produk pembelajaran, atau pengembangan layanan pendidikan. Proyek ini mendorong kerja kolaboratif lintas disiplin dan wajib dipresentasikan serta dinilai oleh dosen pembimbing dan penguji utama.

    Bagi mahasiswa yang menekuni dunia akademik, opsi Artikel Ilmiah menjadi pilihan ideal. Mahasiswa dapat menulis artikel berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran yang kemudian diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi. Publikasi ini juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berstandar tinggi.

    Alternatif lainnya adalah Prosiding, yaitu karya ilmiah yang dipresentasikan dalam forum ilmiah seperti seminar, simposium, atau lokakarya nasional dan internasional. Mahasiswa dapat menjadi penulis utama atau pendamping, dan karya tersebut dapat dimuat dalam prosiding yang dipublikasikan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memperluas jejaring ilmiah mahasiswa.

    Bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman praktis di dunia kerja, opsi Magang dan Praktik Lapangan memberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek nyata di institusi pendidikan non-formal seperti LKP, PKBM, atau SKB di Palangka Raya. Dengan masa kerja selama enam bulan, mahasiswa dibimbing oleh dosen dan praktisi lapangan untuk menyelesaikan tugas yang relevan dengan bidang keilmuannya.

    Terakhir, pilihan Portofolio memungkinkan mahasiswa untuk mengumpulkan dan menyusun berbagai karya dan pencapaian mereka selama masa studi, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Portofolio ini harus terdiri dari minimal tiga jenis karya yang berbeda dan memenuhi skor minimal tertentu untuk dapat dinilai sebagai tugas akhir.

    Seluruh bentuk tugas akhir ini dihasilkan selama masa studi di PSPBI dan melalui proses pembimbingan yang terstruktur. Setiap karya wajib diseminarkan secara terbuka dan dinilai oleh dosen yang telah ditentukan. Mekanisme lengkap dari masing-masing tugas akhir mengikuti panduan resmi yang tertuang dalam Buku Panduan Tugas Akhir Pengganti Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya serta Panduan Tugas Akhir PSPBI UPR.

    Melalui kebijakan ini, PSPBI UPR tidak hanya memberikan alternatif bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan karya yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Pilihan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

  • Semester Antara di UPR: Kesempatan Emas untuk Percepat Studi

    Semester Antara di UPR: Kesempatan Emas untuk Percepat Studi

    Tahukah kamu kalau di Universitas Palangka Raya ada program Semester Antara yang bisa membantu kamu mempercepat masa studi? Nah, buat kamu yang belum tahu, yuk simak penjelasan singkat berikut ini!

    Apa itu Semester Antara?

    Semester Antara adalah program perkuliahan yang dilaksanakan di antara dua semester reguler (Genap dan Ganjil). Meskipun berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, program ini setara dengan satu semester penuh sesuai dengan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang diambil. Jadi, kuliahnya padat tapi tetap berkualitas!

    Kenapa Harus Ikut Semester Antara?

    UPR menyelenggarakan Semester Antara untuk mendukung mahasiswa yang ingin:

    • Menyelesaikan studi lebih cepat atau tepat waktu
    • Memperbaiki nilai mata kuliah yang sebelumnya belum maksimal
    • Mengambil mata kuliah baru yang belum sempat diprogramkan di semester reguler

    Dengan tetap menjaga standar akademik yang tinggi, program ini jadi solusi pas buat kamu yang ingin belajar lebih efektif dan efisien. Selain itu, Semester Antara juga merupakan bagian dari upaya UPR dalam mencapai sasaran mutu pendidikan, khususnya dalam hal ketepatan waktu studi mahasiswa.

    Apa Saja Tujuan dan Manfaatnya?

    Tujuan:

    1. Mempercepat penyelesaian studi mahasiswa tanpa mengorbankan kualitas akademik.
    2. Memberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai dan meningkatkan IPK.
    3. Meningkatkan kualitas lulusan UPR yang kompetitif dan berdaya saing.

    Manfaat:

    • Mahasiswa bisa lulus lebih cepat dan tepat waktu.
    • Nilai akademik bisa diperbaiki dan ditingkatkan.
    • Mengurangi risiko drop out (DO).
    • Membentuk citra positif UPR sebagai kampus dengan manajemen akademik yang baik.

    Perlu Diingat, Ya!

    Semester Antara ini sifatnya fakultatif dan optional, artinya tidak semua fakultas atau prodi wajib menyelenggarakannya dan mahasiswa juga tidak wajib mengikuti Semester Antara jika memang belum membutuhkannya. Jadi, keputusan untuk ikut atau tidak sepenuhnya tergantung pada kebutuhan dan rencana studimu, serta batch yang dibuka oleh prodi.

    Kalau kamu tertarik atau ingin tahu lebih detail soal teknis pelaksanaannya, kamu bisa baca langsung di Panduan Penyelenggaraan Semester Antara Universitas Palangka Raya. Di sana ada informasi lengkap tentang syarat, alur pendaftaran, dan ketentuan akademiknya. Jangan lupa diskusikan dengan dosen pembimbing akademikmu sebelum mengambil keputusan. Semangat menyusun rencana studi terbaikmu!

  • Suara Prilola untuk Kampus Bebas Kekerasan

    Suara Prilola untuk Kampus Bebas Kekerasan

    Kampus adalah tempat untuk tumbuh, bukan tempat untuk takut.” Kalimat ini menggambarkan semangat perjuangan Prilola, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) Universitas Palangka Raya, yang baru-baru ini dianugerahi gelar Duta Anti-Kekerasan Universitas Palangka Raya. Di tengah persaingan ketat dengan para kandidat lain yang sama-sama memiliki potensi luar biasa, Prilola tampil bersinar dengan visi dan komitmennya terhadap kampus yang aman dan inklusif bagi semua.

    Menjadi Duta: Peran, Dedikasi, dan Harapan

    Prilola mengaku tidak menyangka saat namanya diumumkan sebagai Duta Anti-Kekerasan. Namun di balik keterkejutannya, tersimpan rasa bahagia dan kebanggaan yang mendalam. Bagi Prilola, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi sebuah amanah untuk menjalankan “peran” sebagai mahasiswa yang peduli dan siap merangkul sesama untuk bersatu dalam menyuarakan “stop kekerasan” di lingkungan kampus.

    Sebagai mahasiswa PSPBI UPR, ia melihat peran ini sebagai jembatan untuk membangun kesadaran bersama, baik di kalangan mahasiswa maupun civitas akademika lainnya. “Ini adalah kesempatan untuk lebih berdedikasi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, tertib, dan inklusif,” ujarnya.

    Melawan Kekerasan yang Nyata dan yang Tersembunyi

    Prilola menyoroti dua bentuk kekerasan yang menurutnya masih sering terjadi di lingkungan kampus: kekerasan psikis dan kekerasan seksual. Kekerasan psikis, seperti perundungan atau meremehkan orang lain, kerap dianggap hal biasa, padahal meninggalkan luka yang dalam. Sementara itu, kekerasan seksual seringkali terjadi secara tersembunyi, dibungkam oleh ketakutan dan stigma. Prilola menegaskan bahwa kekerasan bisa menimpa siapa saja, dari mahasiswa hingga tenaga pendidik.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, kita tidak hanya butuh generasi yang pandai berbicara, tapi juga yang berani bertindak. Sudah saatnya rantai kekerasan di kampus kita hentikan bersama,” tegasnya.

    Program Aksi: Aksara dan AK Blusukan

    Sebagai Duta, Prilola membawa dua program unggulan yang sarat makna dan aksi nyata: Aksara (Anti Kekerasan Berbicara) dan AK Blusukan. Aksara memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai ruang edukasi dan konseling melalui live Instagram, video, hingga podcast. Sementara itu, AK Blusukan hadir sebagai gerakan turun langsung ke lapangan, menyapa dan mengedukasi mahasiswa di berbagai sudut kampus agar semangat anti-kekerasan terus digaungkan.

    “Kekerasan bukan hanya tentang pelaku dan korban, tapi tentang langkah awal yang berani kita ambil untuk mengubahnya,” tutur Prilola penuh keyakinan.

    Pesan Prilola untuk Mahasiswa: Bicara Bukanlah Luka

    Untuk mereka yang mungkin masih diam dalam ketakutan, Prilola memberikan pesan yang menyentuh:
    “Bicara bukanlah sebuah luka. Bicaralah untuk merasa damai dengan apa yang telah terjadi. Memendam bukanlah solusi. Tidak apa-apa untuk mencari tempat yang bisa jadi sandaran. Ketahuilah, kekerasan bukanlah aib.”

    Dengan semangat muda dan suara yang lantang, Prilola membuktikan bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan. Dari kampus di tengah Kalimantan, suara Prilola menggema sebagai ajakan bersama:
    “Mari bersatu tangan untuk gema stop kekerasan. Dari mahasiswa, untuk perubahan bangsa.”

  • Student Business Expo 2025: Kreativitas Mahasiswa PSPBI UPR Siap Bersaing di Dunia Usaha!

    Student Business Expo 2025: Kreativitas Mahasiswa PSPBI UPR Siap Bersaing di Dunia Usaha!

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Palangka Raya sukses menggelar kegiatan Student Business Expo 2025, sebuah ajang yang memamerkan semangat wirausaha mahasiswa melalui produk dan jasa kreatif hasil pembelajaran mata kuliah Entrepreneurship. Mengusung tema “Showcasing Ideas, Sparking Success!”, acara ini disambut antusias oleh mahasiswa dan masyarakat umum.

    Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB di ruang ING 1 dan ING 2, dengan menghadirkan 20 usaha mahasiswa yang telah dikembangkan selama semester genap 2024/2025. Para peserta menampilkan berbagai produk unggulan yang mencerminkan kreativitas dan pemahaman bisnis di kalangan mahasiswa. Produk-produk yang ditampilkan tidak hanya berupa barang seperti makanan, minuman, dan kerajinan tangan, tetapi juga mencakup jasa berbasis keilmuan seperti pelatihan bahasa Inggris, layanan penerbitan buku, dan jasa konsultan komunikasi.

    Beragam produk kuliner dan kerajinan mahasiswa pun menarik perhatian pengunjung, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menggerakkan roda UMKM lokal melalui penguatan rantai pasok di Kalimantan Tengah.

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. Akhmad Fauzan, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPR. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata dari pembelajaran berbasis praktik.

    “Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa lulusan PSPBI UPR tidak hanya dibekali pengetahuan teoretis dalam bidang bahasa Inggris dan pengajaran, tetapi juga kemampuan wirausaha. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar beliau.

    Ketua kegiatan sekaligus Ketua English Student Association (ESA), Basir Hidayatullah, menyampaikan bahwa Student Business Expo 2025 merupakan kegiatan perdana yang menyatukan seluruh kelompok mata kuliah Entrepreneurship dalam satu momen presentasi berskala besar.

    “Tahun-tahun sebelumnya mungkin kita hanya melihat bazaar kecil. Tapi tahun ini kami menghadirkan konsep yang lebih lengkap, yaitu exhibition, hands-on experiences, dan business matching. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun budaya wirausaha di lingkungan kampus,” ungkapnya.

    Student Business Expo 2025 membuktikan bahwa potensi mahasiswa tidak terbatas pada akademik saja. Dengan bimbingan para dosen pengampu – Rinto Alexandro, S.E., M.M., Prof. Dr. Tonich, M.Si., Cendikia Flory Aristia, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., dan Richard Ferry Nugraha, S.Pd., M.Hum. – mahasiswa mampu menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pelaku usaha muda yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini ditutup dengan sesi apresiasi untuk peserta terbaik dan dokumentasi bersama, menandai semangat baru dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa di Universitas Palangka Raya.

  • PSPBI FKIP UPR Siap Gelar Student Business Expo 2025

    PSPBI FKIP UPR Siap Gelar Student Business Expo 2025

    Palangka RayaProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Palangka Raya (UPR) akan menyelenggarakan Student Business Expo 2025 pada hari Rabu, 28 Mei 2025, bertempat di ruang ING 1 dan ING 2. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis biaya masuk.

    Student Business Expo 2025 merupakan bentuk luaran konkrit dari mata kuliah Entrepreneurship, yang diampu oleh tim dosen berkompeten: Rinto Alexandro, S.E., M.M., Prof. Dr. Tonich, M.Si., Cendikia Flory Aristia, M.Pd., Dellis Pratika, M.A., dan Richard Ferry Nugraha, S.Pd., M.Hum.. Melalui perkuliahan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali konsep wirausaha secara teoretis, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan dan mewujudkan ide bisnis nyata.

    Tahun ini, Student Business Expo akan menampilkan setidaknya 20 bisnis mahasiswa yang telah dikembangkan sepanjang semester genap 2024/2025. Produk dan layanan yang ditampilkan mencerminkan keberagaman minat dan kreativitas mahasiswa, mulai dari bidang kuliner, fesyen, jasa kreatif, hingga produk edukatif berbasis teknologi.

    Kegiatan ini akan dikemas dalam tiga segmen utama, yaitu:

    • Exhibition (Pameran): Pengunjung dapat melihat dan membeli langsung berbagai produk inovatif hasil karya mahasiswa.
    • Business Matching: Fasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan calon investor, mitra bisnis, maupun komunitas pelaku usaha untuk menjalin kolaborasi yang lebih luas.
    • Hands-On Experience: Pengunjung akan diajak mencoba langsung beberapa produk atau jasa yang ditawarkan, menciptakan interaksi dua arah antara pelaku usaha dan konsumen.

    “Student Business Expo 2025 bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah belajar langsung yang mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa di lingkungan akademik,” ujar Richard Ferry Nugraha, salah satu dosen pengampu mata kuliah Entrepreneurship. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tidak hanya mampu dalam bidang bahasa, tapi juga memiliki daya saing di dunia usaha,” tambahnya.

    Melalui event ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPR menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik, mencakup soft skills, literasi bisnis, dan keberanian untuk memulai usaha sejak dini.

    Bagi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun pelaku usaha lokal, Student Business Expo 2025 menjadi kesempatan emas untuk menjalin koneksi, mendapatkan inspirasi, dan mendukung semangat kewirausahaan generasi muda.

    Tandai kalender Anda dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari inovasi dan kreativitas anak muda Kalimantan Tengah. Sampai jumpa di Student Business Expo 2025, Rabu, 28 Mei 2025, di ruang ING 1 dan ING 2, FKIP Universitas Palangka Raya!

  • Mahasiswa PSPBI Raih Posisi Runner-Up di NUDC UPR 2025

    Mahasiswa PSPBI Raih Posisi Runner-Up di NUDC UPR 2025

    Sebuah kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR)! Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Aurora, Willa Marvella, dan Tegas Sukma Adji, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi National University Debating Championship (NUDC) tingkat Universitas Palangka Raya tahun 2025.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FKIP UPR tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga menunjukkan kemampuan berpikir kritis, argumentatif, dan memiliki daya saing tinggi di ranah akademik. Kompetisi debat tingkat universitas ini merupakan ajang seleksi penting menuju NUDC tingkat nasional, yang setiap tahunnya diikuti oleh mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia.

    Keberhasilan Aurora, Willa, dan Tegas disambut dengan penuh kebanggaan oleh civitas akademika FKIP. Mereka dinilai telah membawa nama baik fakultas dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

    Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan debat seperti NUDC ini diharapkan mampu memperkuat budaya berpikir kritis, memperluas wawasan global, serta mempersiapkan mereka sebagai pendidik masa depan yang inovatif dan inspiratif.

    Selamat dan sukses untuk Aurora, Willa Marvella, dan Tegas Sukma Adji! Terus semangat menginspirasi dan menjadi agen perubahan melalui suara dan gagasan!